Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Thursday, July 21, 2011

Menang Tanpa Mengalahkan Orang Lain

Juara adalah orang yang memenangkan sebuah perlombaan. Menjadi juara, tentu diinginkan oleh semua yang hidup, karena hidup sendiri adalah sebuah perlombaan, pertarungan, perjuangan dan persaingan. Entah dalam konteks yang positif, yakni tantangan untuk bertahan hidup dan menjadikan hidup kita memiliki kualitas yang sesuai keinginan, maupun dalam konteks kurang baik yang mengartikan persaingan sebagai sebuah kemampuan bertahan dan saling mengalahkan, yang jelas posisi juara atau pemenang selalu dikejar oleh manusia dalam kehidupannya.

Sering kita beranggapan bahwa seorang juara atau pemenang itu adalah yang nomor satu, berada di posisi pertama atau yang berhasil mengalahkan orang lain, menjatuhkan, bahkan membinasakan. Sering kita memaknai kemenangan sebagai sebuah hasil dari proses saling mendahului, saling mengalahkan, atau saling menyerang.

Padahal banyak cara agar kemenangan itu diperoleh tanpa harus merugikan orang lain. Atau dalam bahasa yang lebih simpel, bisa saja kita meraih kemenangan tanpa harus ada yang dikalahkan. Kita bisa menang bersama-sama.

Bukankah kemenangan itu sebenarnya adalah ketika kita mampu mengambil manfaat dari apapun yang terjadi atau menimpa kita. Kemenangan tak selalu harus menjadi nomor satu, rangking pertama, atau seorang yang menyingkirkan dan menumbangkan orang lain.

Kemenangan yang diperoleh dengan menjatuhkan orang lain, mungkin pada awalnya terasa sangat memuaskan. Namun kepuasan itu bukanlah kepuasan hakiki yang bakal diterima oleh hati nurani. Kepuasan karena bisa mengalahkan orang lain itu hanyalah kepuasan bagi hawa nafsu. Maka dia tak akan langgeng lagi menentramkan.

Lalu apakah kemenangan yang sejati itu? Mari simak ayat berikut:

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 71)

Thursday, April 7, 2011

Menyikapi Masalah

Sahabat...Dalam mengarungi kehidupan ini, adakalanya kita dihadapkan pada badai kehidupan. Ada hal yang dapat kita ambil pelajaran dari seekor elang.
Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai menerpanya.  Apakah sahabat tau apa yang dilakukan elang saat badai menghampirinya? Ada hal yang menarik disini yang dapat kita pelajari.
Elang akan terbang ke tempat yang tinggi dan menunggu angin dan badai sambil membuka lebar-lebar sayapnya. Ketika badai datang, maka angin akan mengambil dan mengangkat tubuh elang ke atas badai. Sementara badai mengamuk di bawah, elang ini melonjak di atasnya.
Elang tidak luput badai. Ini adalah cara sederhana untuk memanfaatkan badai untuk mengangkat tubuhnya lebih tinggi. Elang terbang tinggi bersama angin yang membawa badai.
Ketika badai kehidupan datang kepada kita – dan kita semua akan mengalami seperti yang elang alami – kita dapat naik di masalah dengan menetapkan pikiran kita dan keyakinan kita bahwa kita akan melewati masalah itu. Badai tidak harus kita atasi. Tapi kita punya pilihan untuk memanfaatkan  masalah untuk meningkatkan kualitas kita.

Masalah bukanlah beban yang memberatkan kehidupan kita, namun ini adalah pelajaran dan pendidikan dari Allah, ini adalah cara untuk menaikkan kualitas kita. dan pelajaran  bagaimana menangani masalah dengan berbekal keyakinan dan kemantapan hati. Bukan dengan keputusasaan dan ketakutan.  Tidaklah masalah  menimpa suatu kaum, melebihi kemampuan kaum itu.
Saat masalah itu datang, lebarkan hati dan katakan, selamat datang masalah.

Pantang Mengeluh!!!

Sebagai manusia, wajarlah jika sesekali kita mengeluh dengan keadaan yang tidak sesuai keinginan. Tetapi, tidak pantas rasanya jika setiap kali kita menemukan hal yang melenceng saja dari apa yang kita inginkan dihadapi dengan mengeluh.
Mengeluh sepertinya sudah menjadi “tren”. Contohnya saja dengan adanya jejaring sosial yang memungkinkan untuk kita bisa share apapun yang kita alami. Ini secara tidak langsung dapat menjadi hal pelancar mengeluh. Pentingkah menceritakan semua yang menimpa kita kepada semua orang? Apakah dengan menceritakan semuanya dapat menghilangkan masalah itu? Tentu tidak.
Memang, mengeluh sah-sah saja untuk mencari solusi masalah kita. Yang terjadi ketika kita mengeluh, apakah kita berpikir untuk menemukan solusi? Kebanyakan kita tidak berpikir jauh seperti itu. Secara tersirat, tujuannya hanya ingin orang mendengarkan keluh kesah kita
Sebenarnya, dengan atau tanpa mengeluh hidup tetaplah hidup. Yang harus dijalani walaupun lelah, yang harus dihadapi walaupun berat, yang harus dimengerti walaupun rumit. Memperlihatkan kelemahan kita justru akan menjadi negatif.
Sebegitu susahkah untuk bersyukur?